Beranda / Pendidikan / Mengenal Metode Eat That Frog

Mengenal Metode Eat That Frog

Mengenal Metode Eat That Frog

Kalian pernah gak sih, punya daftar tugas yang panjang, namun justru memfokuskan untuk mengerjakan tugas-tugas mikro yang tidak terlalu penting? Kita sering kali terjebak dalam ilusi produktivitas: membalas email santai, merapikan meja, atau menyusun kembali jadwal, sementara tugas besar yang paling krusial justru terus kita tunda hingga sore hari.

Nah, ternyata kebiasaan ini adalah mekanisme pertahanan psikologis untuk menghindari rasa tidak nyaman. Di sinilah “Eat That Frog” masuk sebagai solusi radikal. Dipopulerkan oleh pakar efisiensi Brian Tracy, metode ini menantang kita untuk menghadapi ketakutan terbesar kita di awal hari agar sisa waktu kita menjadi lebih ringan.

Apa Itu Metode Eat That Frog?

Apa Itu Metode Eat That Frog

Nama metode ini terinspirasi dari kutipan terkenal Mark Twain, yang berbunyi:

“Makanlah seekor katak hidup-hidup di pagi hari, maka tidak akan ada hal buruk lainnya yang akan menimpa Anda sepanjang sisa hari itu.”

Dalam konteks pekerjaan, “katak” adalah tugas kamu yang paling besar dan paling penting. Biasanya yang membuat kamu malas atau takut untuk memulainya. Tugas ini adalah tugas yang jika kamu selesaikan, akan memberikan dampak positif terbesar bagi karier atau hidupmu. Namun, ia juga tugas yang paling mungkin kamu tunda karena tingkat kesulitannya atau ketidakpastian hasilnya.

Filosofi utamanya sederhana, yaitu jika kamu mempunyai 2 tugas penting, makanlah yang paling buruk terlebih dahulu. Jika kamu harus memakan katak hidup-hidup, maka tak ada gunanya duduk diam dan menatapnya dalam waktu yang lama. Lakukan sekarang!

Kenapa Harus di Pagi Hari?

Kenapa Harus di Pagi Hari

Metode ini secara psikologis memanfaatkan 2 faktor kunci dalam biologi manusia.

Willpower yang Terbatas

Kemauan kita ibarat baterai ponsel. Ia berada di level penuh saat kita bangun tidur dan perlahan terkuras sepanjang hari karena proses pengambilan keputusan, gangguan, dan kelelahan mental. Dengan mengerjakan tugas tersulit saat “baterai” masih penuh, peluang kita untuk berhasil jauh lebih tinggi.

Baca juga  Pendidikan Anak Usia Dini, Pentingnya Fondasi Belajar Sejak Dini

Mengindari Decision Fatigue

Semakin siang, semakin banyak keputusan kecil yang harus kita buat. Hal ini membuat otak kita cenderung memilih jalur yang paling rendah hambatannya (path of least resistance), yaitu tugas-tugas mudah yang tidak menantang.

Menerapkan Metode Eat That Frog

Menerapkan Metode Eat That Frog

Untuk kamu yang tertarik untuk mencoba metode ini, dan ingin menghasilkan hasil nyata, yuk simak langkah-langkah di bawah ini!

Identifikasi “Katakmu” Pada Malam Sebelumnya

Sebelum mengakhiri hari, tuliskan daftar tugas untuk besok. Pilih satu (maksimal dua) tugas yang memiliki dampak terbesar. Itulah katak kamu.

Jangan Berikan Pilihan pada Diri Sendiri

Saat kamu duduk di meja kerja di pagi hari, jangan buka email, jangan cek media sosial, dan jangan membuat kopi kedua sebelum kamu mulai menyentuh si “katak”. Langsung lakukan tanpa berpikir.

Gunakan Aturan 80/20

Ingatlah bahwa 20% dari aktivitas kamu biasanya menyumbang 80% dari hasil kamu. Fokuslah pada 20% tugas yang sulit tersebut (si katak) karena itulah yang sebenarnya menggerakkan roda kemajuanmu.

Gunakan Teknik “Salami Slicing”

Jika katak kamu terlalu besar dan terlihat menakutkan, misal menulis Laporan 50 Halaman, jangan mencoba memakannya sekaligus. Irislah tugas tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang bisa diselesaikan dalam 15-30 menit. Fokuslah hanya pada irisan pertama.

Manfaat Psikologis

Manfaat Psikologis

Salah satu manfaat terbesar dari metode ini adalah momentum. Saat kamu berhasil menyelesaikan tugas yang paling berat di awal hari, otak kamu akan melepaskan dopamin, yaitu hormon yang menciptakan rasa puas dan pencapaian.

Rasa puas ini bertindak sebagai bahan bakar untuk sisa harimu. Kamu akan merasa lebih percaya diri, kurang stres, dan lebih berenergi untuk menyelesaikan tugas-tugas ringan lainnya. Sebaliknya, jika kamu menunda tugas berat tersebut, ia akan menjadi beban mental yang menggantung di kepalamu sepanjang hari, menghisap energi fokus kamu bahkan saat kamu mengerjakan hal lain.

Baca juga  Ilmu Sains dan Pentingnya bagi Generasi Masa Depan

Kesimpulan

Metode “Eat That Frog” bukan tentang bekerja lebih keras, melainkan tentang bekerja lebih cerdas dengan mengelola energi mentalmu secara tepat. Dengan menghadapi hal yang paling tidak menyenangkan terlebih dahulu, kamu sebenarnya sedang memberikan hadiah berupa ketenangan pikiran untuk sisa harimu.

Memulai hari dengan tugas tersulit memang membutuhkan kedisiplinan tinggi di awal, namun hasil yang diberikan adalah kebebasan dari rasa bersalah akibat menunda-nunda. Jadi, saat kamu bangun besok pagi, tanyakan pada diri sendiri “Mana katak yang harus aku makan hari ini?” Segera ambil tindakan, dan saksikan bagaimana produktivitas kamu meroket ke level yang baru.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *