Aceh Tamiang – Inovasi pengolahan air kembali hadir dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile, air sungai yang semula keruh berhasil di olah menjadi air jernih dan layak di gunakan. Inovasi ini menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Teknologi IPA Mobile di rancang sebagai solusi pengolahan air bersih yang bersifat mobile dan mudah di pindahkan sesuai kebutuhan. Dengan memanfaatkan sumber air baku dari sungai, alat ini memungkinkan pengolahan air di lakukan langsung di lokasi tanpa memerlukan instalasi permanen yang rumit. Hal tersebut menjadikan IPA Mobile relevan untuk digunakan di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Dalam penerapannya di Aceh Tamiang, IPA Mobile di gunakan untuk mengolah air sungai yang sebelumnya tidak layak di gunakan akibat kondisi keruh dan bercampur lumpur. Kehadiran alat ini 1memberikan solusi praktis, terutama bagi wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih dalam kondisi darurat. Teknologi ini di nilai membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga dan sanitasi.
IPA Mobile juga di rancang agar dapat di operasikan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan. Dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi, alat ini memberikan alternatif pengolahan air tanpa harus bergantung pada sistem distribusi air permanen. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur air bersih.
Kapasitas Produksi Hingga 7.000 Liter per Jam
Salah satu keunggulan IPA Mobile adalah kapasitas produksinya. Berdasarkan informasi yang di sampaikan, perangkat ini mampu menghasilkan hingga 7.000 liter air per jam, atau setara dengan sekitar 2 liter per detik. Kapasitas tersebut memungkinkan IPA Mobile memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dalam skala komunal.
Proses pengolahan di lakukan secara bertahap. Air sungai yang keruh terlebih dahulu di proses untuk memisahkan lumpur dan partikel kotoran. Setelah itu, air melewati sistem pengolahan lanjutan hingga menghasilkan air yang tampak jernih dan lebih aman untuk digunakan.
Bersifat Portable dan Mudah Di pindahkan
IPA Mobile di rancang dengan konsep portable, sehingga dapat di pindahkan dan di gunakan di berbagai lokasi sesuai kebutuhan. Karakteristik ini menjadikan teknologi tersebut cocok di gunakan pada situasi darurat, seperti di daerah terdampak bencana alam seperti banjir atau wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Dengan sistem yang fleksibel, IPA Mobile tidak memerlukan instalasi permanen. Hal ini memungkinkan alat tersebut segera di gunakan setelah tiba di lokasi, sehingga masyarakat dapat lebih cepat memperoleh akses air bersih.
Hasil Kolaborasi di Lingkungan ITB
Teknologi IPA Mobile di kembangkan melalui kolaborasi lintas fakultas dan lembaga di Institut Teknologi Bandung. Inovasi ini merupakan bagian dari kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air bersih.
Pengembangan teknologi ini tidak hanya di lakukan di lingkungan kampus, tetapi juga di terapkan langsung di lapangan. Penerapan IPA Mobile di Aceh Tamiang menjadi contoh pemanfaatan hasil riset dan pengembangan teknologi untuk membantu masyarakat secara langsung.
Menjadi Perhatian Publik
Viralnya inovasi IPA Mobile di media sosial menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap solusi pengolahan air bersih. Banyak warganet menyoroti kemampuan alat ini dalam mengubah air sungai yang keruh menjadi air jernih, serta potensi pemanfaatannya di berbagai daerah lain.
Inovasi ini juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran IPA Mobile di harapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan solusi pengolahan air bersih di berbagai wilayah.
Kesimpulan
Inovasi IPA Mobile dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa teknologi pengolahan air mampu membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Teknologi ini mengolah air sungai keruh menjadi air jernih dengan kapasitas produksi hingga 7.000 liter per jam. Selain itu, desainnya yang portable memudahkan penggunaan di berbagai kondisi. Inovasi ini juga menegaskan peran riset dan pengembangan akademik dalam menjawab persoalan lingkungan. Ke depan, teknologi pengolahan air seperti IPA Mobile di harapkan dapat menjangkau lebih banyak daerah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih.







Satu Komentar